BAB 9 MANUSIA MAKHLUK MORAL

Nama    : Tria Juliatul Rohmah
NIM      : 2302071013
Prodi     : D3 Desain Komunikasi Visual



BAB IX
MANUSIA MAKHLUK MORAL



9.1 Nabi Muhammad saw Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia



Sesungguhnya aku diutus untuk menyemurnakaakhlamanusia. (Hadits)

    Isi hadits yang «populer» tersebut telah begitu dihafal oleh hampir semua masyarakat muslim. Sebuah pernyataan yang berisi kepastian dari Nabi Muhammad saw tentang tujuan Allah mengutusnya. Nabi Muhammad diutus bukan untuk menyempurnakan agama, tetapi untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu menunjukkan bahwa yang akan menjadi kunci lengkapnya keimanan dan keislaman seseorang adalah akhlaknya. Allah tidak akan memberi tugas menyempurnakan akhlak kepada seseorang, seandainya yang ditugasi itu tidak memiliki akhlak yang baik. Akhlak yang baik, seleblum Muhammad menjadi Nabi, telah diperlihatkan dalam aneka hubungan sosial yang bisa dinilai oleh orang banyak di sekeliling Muhammad. Julukan al-amiin adalah julukan yang berisi kepercayaan yang amat berharga dari masyarakat di sekeliling Muhammad pada saat itu. Artinya, apa yang menjadi milik Muhammad sebelum menjadi Nabiyullah, adalah modal dasar yang amat penting, mengapa Allah memilih Muhammad al-ummiy menjadi nabi sekaligus rasul. Kita harus yakin, bahkan sangat yakin, Muhammad yang akan menyempurnakan akhlaq manusia telah dikondisikan sebagai SDM yang memiliki akhlaq mulia oleh Allah. Oleh karena itu, kita sering mendengar istilah «satunya kata dan perbuatan». Apa yang dikatakan, itulah juga yang dilakukan.

    Dari uraian tadi, bisa dirumuskan satu gambaran pengertian tentang akhlaq: Akhlaq adalah keseimbangan antara perilaku lahir dengan perilaku batin. Karena akhlaq ini, kemudian, bisa dikaitkan dengan dua nilai yang saling berbeda: baik dan buruk, maka bisa dikatakan, akhlaq itu ada yang baik dan ada juga yang buruk. Akhlaq yang baik adalah perilaku lahir sekligus perilaku batin yang dibimbing oleh kebenaran yang mutlak, kebenaran yang datang dari Khalik. Akhlak yang buruk adalah perilaku lahir sekaligus perilaku batin yang dibimbing oleh kebenaran yang datang dari makhluk. Dan, selama nilai yang digunakan sebagai tolok ukur sopan, santun, berbudi, berpekerti, itu adalah ukuran makhluq, sifat semua nilai tadi temporer, dibatasi ruang. Apa yang dinyatakan sopan dalam lingkungan masyarakat Barat belum tentu sama dengan yang ada di lingkungan masyarakat Timur. Begitu pun sebaliknya. Akhlak yang baik harus bersumber dari hanya satu sumber nilai yang Mahabenar. Jika tata-nilai yang dijadikan pengukur akhlak masih berupa tata-nilai ganda, kebenaran nilai tadi masih akan selalu dipertanyakan. Oleh karena itu, seandainya semua manusia menggunakan konsep tata-nilai Ilahiah yang satu, tidak akan ada pertentangan. Allah telah menyediakan tata-nilai kebenaran tentang rasa, pikiran, sikap, tindak, perbuatan, dan segala yang melatari tingkah laku kita sebagai manusia dalam tata-nilai Islam. Tata-nilai Islam yang nyata adalah apa yang diperagakan oleh Nabiyullah Muhammad saw.


9.2 Nabi Muhammad saw sebagai Uswah Hasanah

    Julukan Al-Amiin yang diterima Nabi Muhammad saw dari para kuffar Quraisy adalah julukan tertinggi, terhormat di antara mereka. Al-Amiin adalah prestasi dari kebaikan akhlak yang dimiliki oleh Muhammad sejak sebelum menjadi nabi. Allah swt telah menegaskan di dalam Al-Quran tentang keteladanan Nabi Muhammad saw. Para ahli tafsir mengaitkan ayat tersebut dengan peristiwa Perang Khandaq. Diceritakan bahwa Nabi Muhammad saw menunjukkan teladan kesabaran dan semangat yang tinggi tanpa keluhan, sekalipun dalam kondisi sulit akibat perang. Sementara itu para shahabat banyak yang berkeluh-kesah kepada Nabi . Jika ummat tidak mengikuti sunnah Rasul berarti bukan bagian dari ummat Rasul. Sementara itu, pernikahan Nabi yang terkait dengan jumlah istrinya, yang kerap dipakai alasan untuk meniru jumlah istri dalam poligami, hanya berlaku untuk Nabi Muhammad saw. 
    Tentang jumlah istri Nabi, hal ini sering dijadikan hujjah dan sekaligus kritikan dari ummat lain. Sesungguhnya Nabi menikahi istri-istrinya dengan kondisi dan waktu yang sangat khusus. Nabi menikah dengan Siti Khadijah sebagai istri pertama adalah istri nabi yang utuh. Nabi tidak menikah dengan yang lain ketika sedang memperistri Khadijah. Sunnat Nabi, tentu termasuk dalam pola perilaku Nabi dalam mempertimbangkan alasan menikahi istri-istrinya, tetapi tidak jumlahnya. Jumlah istri yang diperbolehkan secara syar’i adalah empat saja. Sunnaturrasuul, sunnah rasul, sunnah nabi, adalah salah satu yang disebut sebagai warisan dari Nabi, selain Al-Quran . Sunnah Nabi bisa ucapannya , perbuatannya dan sikapnya . 

 

9.3 Konsep Manusia Terbaik di Sisi Allah

    Allah swt telah menetapkan aturan-aturan yang membentengi kebebasan manusia. Aturan tersebut adalah sebagai jalan kebaikan yang disediakan oleh Allah swt agar manusia menyadari keterbatasannya. Banyak aktivitas manusia terkait dengan aturan- aturan tersebut. Bahkan di dalam perjalanan kehidupan seseorang muslim atau muslimat, sepanjang itulah aturan mengikat kegiatan mereka. Sejak manusia bangun dari tidur, mengawali hari, bekarja, bermu’amalah, istirahat, ibadat mahdhah, hingga manusia mau tidur lagi, semua rangkaian kegiatan itu diikat aturan-aturan. Isi hadits ini berhubungan dengan masalah perilaku amaliyah seseorang. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak manfaatnya bagi manusia lain". Sebagai mahluk individu manusia bertanggung jawab penuh atas segala hasil perbuatan dirinya. Tetapi, sebagai makhluk sosial, manusia dituntut menjadi individu yang bisa banyak memberi manfaat bagi individu lainnya.

    Kebermanfaatan tadi tidak berhubungan dengan profesi tertentu. Ilmu yang dimanfaatkan, ilmu yang diajarkan kepada orang lain, sangat bermanfaat bagi orang yang mendapatkannya. Segala upaya penyebaran ilmu, penyampaian ilmu, baik dalam bentuk proses pendidikan, pembelajaran, maupun pelatihan, menjadi indikator kondisi kebermanfaatan seseorang di antara keberadaan orang lain. Oleh karena itu,ilmu yang bermanfaat adalah hal kedua yang masih akan mengalir hasilnya kepada orang yang telah meninggal.Satu hal yang paling rasional sebagai bentuk kebermanfaatan seseorang di dalam persitindakan dengan orang lain adalah berupa amal jariyah, amal yang terus berkelanjutan maknanya, hasilnya, manfaatnya. Amal jariyah bentuknya sangat beragam.


Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas(Q.S. Al-Baqarah, 02: 212)



Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal(Q.S. Al-Hujuraat, 49: 13)



9.4 Indikator Kenabian sebagai Uswah Hasanah

    Sebagai utusan yang ditugasi untuk menyempurnakan akhlak manusia, Nabi Muhammad saw memiliki ciri kenabian sebagai manusia yang patut menjadi contoh. Sejak sebelum masa kenabian, Muhammad telah menunjukkan ciri-ciri kebaikan akhlak tersebut. Beliau dijuluki Al-Amiin, orang yang sangat bisa dipercaya. Di samping memiliki perilaku terpercaya, Muhammad pun memiliki latar keturunan dari keluarga yang terhormat, yang terpelihara kehormatan nama keluarga dan keturunannya. Ditambah dengan perilaku terpuji yang menjadi ciri kehidupan sehari- harinya, Muhammad telah menjadi tokoh anggota masyarakat yang dihargai. Untuk melengkapi kesiapan mental dan terutama moral Muhammad, Allah swt memerintahkan Jibril untuk melakukan pembedahan, pembersihan hati Muhammad, seperti yang diceritakan dalam sejumlah kisah nubuwwah.


Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (Q.S. Ali Imran, 03: 159)

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung(Q.S. Al-Qalam, 64: 04)




9.5 Pendidikan Karakter dalm Konsep Islam

    Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Orang tua yang pertama menorehkan penanda awal ke dalam hati seorang anak. Melalui pembiasaan yang dibangun orang tualah karakter tertentu akan terbentuk dalam diri seseorang. Anak-anak yang dilahirkan dalam kondisi fitrah akan menyerap pengaruh lingkungannya sebagai bentuk simpanan data dalam memorinya. Data itu akan menjadi sumber rujukan perilakunya kelak. Pantaslah, isi hadits Nabi yang menyatakan bahwa "setiap yang dilahirkan berada pada kondisi fitrah" adalah konsep dasar pendidikan dini, yang akan berlanjut dalam bentuk pembiasaan-pembiasaan yang memberi warna perilaku, tindakan, tanggapan, cita-cita, citra, maupun anggapan-angapan yang akan dimiliki oleh seorang anak. "Orang tualah yang pertama mengarahkan anak menjadi Yahudi, Nashara, ataupun Majusi".

    Dia kehendaki". Pernyataan tersebut adalah bukti kekuasaan Allah swt atas hidayah. Jika Allah swt menghendaki, siapapun akan mendapatkah hidayah Allah swt, tetapi jika Allah swt tidak menghendaki, siapapun tak memiliki kekuasaan ututk menunjukkan kebaikan, sekalipun kepada orang-orang yang sangat dicintai. Namun, di dalam semua kondisi tadi, Allah swt tetap menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi penyebab mengapa Allah swt tidak mengabulkan permohonan Nabiyullah Muhammad saw. Allah swt menunjukkan bahwa pembelajaran yang nyata bahwa di dalam hati paman Nabi ada kesombongan dan ketidakikhlasan yang kuat. Dia malu kepada kaumnya jika menyatakan diri sebagai muslim. Karakter ikhlas dan pasrah adalah kondisi yang dituntut dalam menghadapi ketentuan Allah swt.


Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur"Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa(alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (Q.S. Yunus, 10: 21-23)







REDESAIN KEMASAN

Nama    : Tria Juliatul Rohmah
NIM      : 2302071013
Prodi     : D3 Desain Komunikasi Visual


REDESAIN KEMASAN MADU


1. Alasan memilih meredesain kemasan madu

    Dari pengamatan saya selama ini banyak sekali produk-produk madu lokal yang berada di indonesia. terutama penjualan madu semakin meningkat saat adanya Covid-19. Namun banyak diluaran sana dimana penjual madu yang tidak memberikan label pada produk madu yang mereka jual. Bahkan hanya dikemas mengunakan botol kaca yang tidak ada label apapun. Hal ini dapat memberikan sebuah tanda tanya seperti, apakah produk itu benar-benar madu asli? apakah produk madu tersbut aman dikonsumsi?. Berbeda halnya apabila produk madu tersebut tedapat label serta didesain dengan menarik orang akan lebih percaya bahwa produk madu tersebut mempunyai kualitas tersendiri. Hal inilah membuat saya untuk memilih meredesain kemasan madu.


2. Perubahan desain produk kemasan madu

Sumber: Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
 https://kmisfip2.menlhk.go.id/invest/detail/11


kemasan madu setelah di desain ulang

3. Tampilan keseluruhan desain




    Dengan adanya suatu label pada suatu produk dapat membangun brand awareness (kesadaran akan merek) dari redesaign kemasan produk-produk yang ada. redesain kemasan berkaitan pada bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi, dan elemen elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Redesain kemasan berupa mendesain kemasan lama menjadi kemasan baru agar lebih menarik, sehingga memiliki fungsi yang maksimal berlaku untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi, dan membedakan sebuah produk di pasar. 




BAB 8 (B) MANUSIA MAKHLUK BUDAYA

Nama    : Tria Juliatul Rohmah
NIM      : 2302071013
Prodi     : D3 Desain Komunikasi Visual


BAB VIII
MANUSIA MAKHLUK BUDAYA


8.3 Manusia dan Teknologi

    Istilah teknologi, ditegaskan oleh vam Peurseun adalah "perpanjangan tangan manusia". Ketika suatu benda atau kondisi tertentu dikategorikan sebagai alat yang bisa digunakan untuk memperpanjang jangkauan tangan manusia, maka Peurseun menyebutnya sebagai teknologi. Bisa dibayangkan kembali gambar- gambar ilustrasi yang pernah menghiasi buku pelajaran IPA untuk SD, di situ digambarkan ada orang yang sedang menggali tanah menggunakan sekop, ada orang yang mengungkit batu menggunakan sejenis linggis, atau seseorang yang sedang menyalakan api dalam tungku, semua itu bertalian dengan perangkat teknologi sesuai masanya. Ketika seseorang ingin mengambil buah yang ranum yang bergantungan di ranting-ranting pohon menggunakan galah, galah itu adalah produk teknologi. Dan, ketika seseorang ingin berkomunikasi dengan keluarganya di tempat yang jauh, ada yang mengirimkan berita melalui kurir, melalui surat lewat jasa kantor pos atau jasa pengantar dokumen lainnya, ada juga yang memanfaatkan penyedia jasa telegram, email, SMS, atau chatting menggunakan kamera ponsel. Batasan pengertian teknologi bisa berubah sejalan dengan kondisi zaman.
Semua masyarakat manusia, sesederhana apapun peradaban yang didukungnya, mereka bisa menemukan teknologi sesuai kebutuhan zamannya. Respons terhadap alam sejalan dengan kebutuhan hidup mendasar manusia, selalu menghasilkan perangkat alat, bahan, bahkan sistem solusi yang merupakan jawaban atas kebutuhan yang mereka perlukan. Oleh karena itu, sejak zaman dahulu, teknologi telah hadir mendampingi perilaku setiap manusia, sesuai tuntutan lingkungan, sesuai kondisi zaman.

    Ibadat mahdhah maupun ghair mahdhah pasti terkait dengan penggunaan teknologi. Teknologi bangunan , sound system , tape, cassette, cakram, flashdisk, jam, televisi, projector, running word, perangkat ibadat shalat, alat transportasi , bank , dan masih banyak lagi yang sejalan dengan kondisi keperluan zaman, semua hadir menyertai kegiatan ibadat kapanpun. Penggunaan perangkat teknologi dalam pelaksanaan ibadat mahdhah tidak terlarang, tidak ada aturan khusus tentang penggunaannya. Yang diatur di dalam pakem plus oleh Nabi Muhammad saw hanya hal-hal yang esensial dalam pelaksanaan ibadat mahdhah, apalagi dalam pelaksnaan ibdat ghair mahdhah. Satu contoh yang kerap disepelekan tafsirnya adalah terkait dengan datangnya para jamaah hajji menggunakan unta kurus. Jika hal itu menjadi syarat syah ibadat hajji, berapa lama para jemaah hajji untuk melaksanakan perjalanan menuju tanah suci Makkah. Kini, yang terbaru, ada sekelompok orang beribadat hajji menggunakan speda gayung, dari Inggris ke Makkah Almukarramah. Bukan masalah! Sebutan unta kurus hanya menggambarkan betapa para hujjaj datang dari berbagai penjuru yang sangat jauh. Teknologi masa kini telah banyak menyingkat waktu dan jarak untuk pelaksanaan ibadat-ibadat mahdhah, terutama ibadat hajji. Semua perangkat teknologi yang baik, yang tidak bertentangan dengan inti syariat, yang mempermudah dan memperlancar ibadat, bisa digunakan sesuai keperluan!

    Di lingkungan masyarakat Indonesia, keahdiran seni yang berbalut nilai-nilai Islami bisa muncul dalam banyak jenis karya. Karya-karya yang telah menjadi ciri khas milik masyarakat Indonesia antara lain adalah batik dan wayang. Seni batik dan wayang yang sangat kental dengan keterlibatan teknologi, pengelolaan awalnya banyak melibatkan para santri. Satu buku yang menarik sebagai bahan bacaan, hasil penelitian dalam penulisan tesis, Batik Pesisiran Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada Ragam Hias Batik, karya Hasanuddin --dosen desain tekstil di FSRD-ITB, diterbitkan oleh Kiblat Buku Utama Bandung bekerja sama dengan The Ford Foundation tahun 2001. Hasanuddin mengungkan keanekaragaman tekstil Indonesia, pertumbuhan wirausaha santri, batik sebagi sandang, perdagangan batik pesisiran, dan pengaruh etos dagang santri pada desain batik pesisiran.


8.4 Manusia dan Media

    Gerak perkembangan teknologi media kini sudah sangat sulit dibendung. Sejalan dengan hal itu, keberadaan gadget untuk keperluan memanfaatkan aneka media informasi juga semakin mudah dan terjangkau. Gawai yang mumpuni dengan harga yang murah kini semakin banyak ditawarkan oleh vendor-vendor layanan jual produk perangkat teknologi media tersebut. Layanan jaringan murah pun semakin beragam dan banyak disediakan oleh para pemilik produk layanan jaringan. Zaman tahun 1970-an, media informasi yang bisa diakses secaa terbatas terdiri atas koran, radio, dan televisi . Kini, untuk mendapatkan informasi ataupun layanan informasi khusus yang memanjakan pengguna ditawarkan di mana- mana. Keragaman sumber penyebar informasi menjadikan dunia berita masa kini telah mengalami kelebihan beban. Siapa saja bisa menjadi pemberita benar maupun hoax dalam banyak media tayangnan informasi. Jika terjadi penyerangan terhadap kawasan umum, misalnya tentang bom bunuh diri, kelompok tertentulah yang dituding. Kelompok tersebut telah menjadi tranding topic karena telah diblow up secara terus-menerus agar opini publik terbentuk seperti itu. Begitulah, ketika terjadi Bali Blast I dan II, kelompok tertentu yang telah dirancang sebagai kambing hitam, terus menerus diblow up untuk menyatukan opini publik. Ketika pihak lain, misalnya Amerika dan Eropa jelas-jelas tampak kasat mata melakukan pengeboman di kawasan tertentu, kepala-kepala berita yang ditulis menyatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan "demi kebenaran, keadilan, hak asasi manusia --ketika bicara hak asasi mereka lupa ada kewajiban asasi yang sama sekali tidak pernah diperhatikan. Mereka telah menjadi "hakim Internasional": "yang benar ada pada mereka, yang salah ada pada kelompok lain". Media massa, media sosial, internet beserta jalur-jalur penggunannya, memiliki banyak keburukan. Semua telah banyak dikuasi oleh pemilik jaringan. 
    
    Rata-rata masyarakat kurang pedui dengan beban tanggung jawab di balik perbuatan memposting sesuatu informasi yang bisa mengundang bahaya. Mereka hanya tinggal menggunakan kemudahan sistem copy-paste dan modif terhadap isi berita. Rancangan Undang- undang KUHP terkait tindak pidana penerbitan dan percetakan, juga tentang penggunaan media cyber telah diupayakan oleh pemerintah. Banyak cara untuk mengurangi keburukan pengelola media dan penggunaan media yang diupayakan untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baik. Sisi baik media sosial, bisa juga digunakan sebagai saran penyampaian materi pembelajaran bagi guru dan dosen. Banyak dosen/guru yang telah terhubung dengan mahasiswa melalui salah satu layanan media sosial. Notebook/laptop, tablet, maupun smartphome masa kini, kini bukan sesuatu yang sulit didapatkan, bahkan hampir semua orang telah memiliki salah satu dari tig jenis gawai tadi. Banyak peserta didik yang telah terampil menggunakan gawai-gawai dimaksud untuk berbagai keperluan, terutama untuk keperluan menikmati hiburan dan berkomunikasi menggunakan aplikasi Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan sejenisnya. Media komunikasi tadi bisa juga dimanfaatkan sebagai wahana menyampaikan materi pembelajaran dan menghimpun proses pembelajaran di luar kelas.

BAB 8 (A) MANUSIA MAKHLUK BUDAYA

Nama    : Tria Juliatul Rohmah
NIM      : 2302071013
Prodi     : D3 Desain Komunikasi Visual


BAB VIII
MANUSIA MAKHLUK BUDAYA


8.1 Telah Terjadi Kerusakan di Darat dan di Laut Karena Ulah Manusia

 
    Allah telah mengungkap masalah hasil perilaku manusia yang membawa dampak baik maupun buruk di muka bumi. Begitu banyak tanda keberhasilan manusia masa lalu yang telah "dipajang" dalan etalase Dunia yang memungkinkan menjadi bahan pembelajaran bagi manusia-manusia setelahnya. Allah swt selalu menantang manusia untuk melakukan perjalanan terutama mempelajari kejadian-kejadian yang terkait dengan peristiwa masa lalu yang telah digambarkan di dalam isi ayat-ayat Al-Quran. Kata perintah berjalanlah yang digunakan, ada kata dan yang selalu diikuti kata atau . Sementara kata perintah yang sama dalam bahasa Indonesia, dan ada penggunaan kata perintah pada kumpulan yang kedua memiliki perbedaan peruntukan. Kata dan diperuntukkan sebagai perintah berjalan yang dilengkapi perintah meneliti: atau . Dan, kata berarti perintah berjalan dikaitkan dengan tenggang waktu tertentu yang bernada ancaman dari Allah swt untuk para musyrikin .

    Khusus tentang 5 ayat yang berisi perintah berjalan-jalan sambil melakukan penelitian, semuanya dikaitkan dengan wisata sejarah. Allah swt memerintahkan manusia untuk memeriksa apa yang pernah dicapai dan dialami oleh masyarakat masa lalu, lebih khusus berkaitan dengan bukti-bukti akibat pembangkangan. Azab Allah swt ditimpakan kepada masyarakat masa lalu yang tidak mau mengikuti aturan Allah swt, bahkan menantang kepastian Allah swt karena kesombongan mereka.


Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah di bumi dan perhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) (Q.S. Ali Imran, 03:137)


    Perjalanan dan penelitian tentang manusia-manusia masa lalu dengan berbagai tinggalan yang merupakan bukti yang menyertai akibat atau kesudahan mereka. Pada ayat yang terakhir Allah swt memerintah manusia untuk memeriksa hal-hal yang terkait dengan proses penciptaan manusia , bahkan tentang akhir penciptaan . Berjalanlah, artinya, semua kegiatan itu tak mungkin hanya dikerjakan dengan diam, tanpa mobile. Semua data harus dikumpulkan dengan cara mencari dan mencari dari berbaggai sumber, sumber-sumber catatan lama, yang sedang terjadi, maupun lompatan-lompatan yang diperkirakan akan terjadi kemudian.
Allah swt juga melengkapi berita tentang manusia dan hasil perilakunya dengan pernyataan yang sekaligus peringatan langsung bagi manusia pada masanya. Manusia, hanya manusia saja, yang bisa meninggalkan catatan-catatan penting berupa tinggalan hasil perilakunya di permukaan Bumi.

    Sementara itu, mahluk lain, tidak pernah diceritakan meningalkan artefak. Manusia adalah mahluk budaya. Manusia diberi kemampuan untuk membangun suatu sistem sosial dalam berbagai tingkatan: keluarga, teman, kelompok pehobi, kelompok politik, bangsa, negara, bahkan kelompok yang lebih luas yaitu antarbangsa, antarnegara dan benua. Tinggalan hasil kegiatan ikatan sosial itupun tampak sekali bukti-buktinya. Subsistem budaya lainnya, lebih khusus hasil budaya fisik, menjadi tinggalan yang dominan sebagai petunjuk keberadaan bangsa manusia. Terungkapnya berita kekerasan dalam rumah tangga, pembullyan, kejahatan seksual terhadap anak-anak, di tempat lain pun saling susul muncul kejadian yang serupa dengannya. Memang, semua itu bisa disaksikan bersama karena para pengelola media massa di tempat yang berbeda mengumpulkan hal yang tren sebagai bahan beirta. Tetapi, apakah kejadian-kejadian di Bumi ini selalu beruntun dan berseri?Masalah banjir, tanah longsong, dan jerebu kerap berulang dialami oleh masyarakat Indonesia.


8.2 Bukti-bukti Ilmiah tentang Kemahakuasaan Allah swt

    Banyak peneliti yang merasa pensaran dengan apa yang telah diungkap oleh Allah swt di dalam Al- Quran. Di balik semua perintah dan pola kegiatan yang harus dilakukan oleh manusia muslim, ternyata begitu banyak bukti ilmiah yang bisa diungkap. Begitu juga dalam buku Tahajud Manfaat Praktis Ditinjau Dari Ilmu Kedokteran yang merupakan laporan disertasi Moh. Sholeh, yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar dan Forum Studi Himanda, di Yogyakarta
    
    Di satu sisi ada orang yang menyokong temuan-temuan tentang hasil penelitian tentang makna shalat, makna gerakan shalat, tapi banyak juga yang menentang. Padahal, manusia lain yang menentang ajaran Islam malah memerlukan bukti empirik dari banyak hal tentang sisi ilmiah semua kondisi yang mereka tentang. Allah swt telah menyiapkan mukjizat yang sangat tepat dengan kondisi manusia masa kini untuk Nabi Muhammad saw, yaitu Al-Quran. Sebuah mukjizat yang tidak pernah diberikan oleh Allah swt kepada nabi yang lainRasa penasaran dan tuntutan pengalaman empirik dari para ilmuwan, terutama para penentang isi Al-Quran, telah banyak mendapatkan jawaban telak dari konsep ilmiah yang disediakan Allah swt dalam isi Al-Quran.

    Satu contoh , cerita tentang teori Big Bang, yang telah diceritakan oleh Allah swt sejak empat belas abad yang lalu. Menurut para ahli astrofisika, asal mula adanya alam semesta yang dikenal dalam teori big bang dinyatakan: pada mulanya alam semesta berbentuk satu massa yang besar (nebula primer) kemudian terjadi big bang (ledakan pemisah sekunder) yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari, bulan dan lain sebagainya. Teori yang dianggap memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta karena didukung oleh metode ilmiah beserta observasi yang dilakukan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade, sesungguhnya telah lebih dahulu dijelaskan oleh Pencipta alam yaitu Allah swt dalam surat Al-Anbiyaa, 21: 30.


Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman. (Q.S. Al-Anbiya, 21: 30)



TEKNIK TEKNIK PENGAMBILAN VIDEO

Nama      : Tria Juliatul Rohmah NIM          : 2302071013 Prodi        : D3 Desain Komunikasi Visual TEKNIK TEKNIK PENGAMBILAN VIDEO Pemili...